Selasa, 19 Maret 2019

In Memories Kawah Ijen

Banyuwangi, 20 Nov 2018


Untuk bisa memasuki kawasan pendakian kawah ijen pengunjung hanya dikenakan tarif masuk sebesar 7.500,- rupiah per orang dan dengan tiket parkir sepeda motor hanya 5.000,- rupiah saja. murah bukan.....
Keindahan dari tempat ini adalah, kita bisa menikmati sunrise, blue fire, kawah, gunung dan udara yang dingin. Ramainya wisatawan yang datang bukan tanpa alasan. Salah satunya karena Kawah Ijen memiliki satu dari dua bluefire alias api abadi yang ada di seluruh dunia. Selain itu, ada beberapa daya tarik lain yang membuat Kawah Ijen begitu populer diantaranya sepanjang kawasan Ijen merupakan kawasan lindung dimana tanaman dan juga hewan yang ada sangat dilindungi. sepanjang perjalanan pendaki akan di sugguhkan oleh rentetan bunga - bunga edelwish yang indah suasananya serasa klasik. 

Kawah Ijen ini bisa dikunjungi kapan saja, tergantung pada waktu senggang yang kamu miliki. Hanya saja, ada beberapa musim yang menjadikan objek wisata ini sangat ramai dikunjungi wisatawan. Aku sarangkan hindari datang di saat-saat liburan sekolah, karena bisa dipastikan jumlah pengunjung akan membludak dan membuat kamu tidak bisa menikmati pemandangan dengan santai.



Lalu, kapan sebaiknya kamu mengunjungi Kawah Ijen? Aku recomend sihh antara : 
- Bulan Desember Sampai Januari Di akhir Desember, intensitas kabut yang menyelimuti puncak Gunung Ijen cenderung sudah lebih tipis. Pengunjung bisa melihat panorama blue fire dan Danau Kawah Ijen yang cantik tanpa terhalang kabut tebal. Sayangnya, bulan Desember sampai Januari masih termasuk dalam musim penghujan di Indonesia. Ada baiknya, Anda membawa perbekalan yang cukup serta persiapan matang sebelum mendaki ke puncak gunung.
- Bulan Juli Sampai September Nah, musim panas yang jatuh pada bulan Juli sampai September merupakan waktu favorit pendaki untuk mengunjungi Kawah Ijen. Tanpa hujan, permukaan tanah akan menjadi lebih kering, dan memudahkan waktu pendakian. Selain itu, sinar matahari juga lebih cerah di musim kemarau, sehingga membuat Anda tidak terlalu kedinginan karena hawa pegunungan.
- Mendaki di Pagi Hari Jika Anda sudah memutuskan kapan akan berangkat ke Kawah Ijen, hal penting selanjutnya adalah memutuskan waktu berangkat. Sebaiknya, perjalanan dimulai saat pagi hari, mengingat udara yang masih dingin dan sejuk, serta kabut pegunungan yang akan menemani Anda sepanjang perjalanan.
Biasanya, wisatawan akan memulai perjalanan pada pukul 05.00 atau 06.00, dan sampai di puncak tiga sampai empat jam kemudian.
Risiko mendaki di siang hari adalah kencangnya angin yang berhembus. Hal itu menyebabkan gas belerang mudah terbawa udara dan mengganggu pernafasan Anda.
- Mendaki Saat Malam Hari Waktu favorit para pendaki untuk mengunjungi Kawah Ijen adalah di malam hari. Kebanyakan dari mereka memulai perjalanan pada pukul 22.00, dan berjalan santai menuju puncak. Sesampainya di sana, Anda bisa mendirikan tenda dan berkemah semalaman menanti tibanya fajar.
Di waktu subuh, pemandangan dari atas gunung tampak begitu memesona. Anda bisa melihat selimut kabut di atas Kawah Ijen perlahan pudar, diiringi panorama matahari terbit yang indah. Dijamin, perjalanan menuju puncak yang melelahkan tidak akan sia-sia.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar